Indonesia Update - Saat Musim Haji tahun 2017 mulai bergulir, akhirnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan Asrama Haji Provinsi Bengkulu yang pembangunannya memanfaatkan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

"Ini adalah hasil dari dana SBSN, Alhamdulillah sudah bisa kita dirikan, semoga menambah manfaat bagi jemaah," kata Menag di Bengkulu, Senin (31/07/2017).

Ke depannya, Menteri Lukman mengatakan pihak Kementerian Agama terus mengupayakan penambahan infrastruktur baru, termasuk asrama haji, yakni dengan mengoptimalkan pengelolaan SBSN.

"Tentu kita berharap di tahun-tahun mendatang ada penambahan gedung baru untuk menambah kapasitas daya tampung jemaah calon haji kita," kata dia lagi.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Bustasar menyebutkan, Bengkulu merupakan satu dari tujuh provinsi yang memperoleh proyek Revitalisasi Asrama Haji menggunakan APBN dengan mekanisme SBSN tahun anggaran 2016.

Baca Juga : Mendagri Bantah Penilaian Pemerintah Tidak Jujur dalam PT UU Pemilu

Total anggaran yang diperoleh sekitar Rp53 miliar, dari pagu tersebut dapat membangun bangunan yang terdiri dari empat lantai pada lahan seluas 5.864 meter persegi yang berada tidak jauh dari Bandara Fatmawati Bengkulu.

"Kini asrama memiliki 90 kamar dan dapat menampung sekitar 450 jamaah, atau cukup menampung satu kelompok terbang yang akan diberangkatkan," kata Bustasar.

Asrama ini pertama kali dimanfaatkan usai revitalisasi yakni pada 30 Juli 2017, atau kloter pertama Embarkasi antara Bengkulu yang mulai diberangkatkan pada pelaksanaan haji 2017.

"Jumlah kuota jemaah Provinsi Bengkulu pada 2017 ini sebanyak 1.641 orang, dan setiap keberangkatan atau kloter berjumlah 455 orang, dan asrama saat ini bisa menampungnya," ujarnya. (ant)

Revitalisasi Asrama Haji Bengkulu Didanai SBSN


Indonesia Update - Saat Musim Haji tahun 2017 mulai bergulir, akhirnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan Asrama Haji Provinsi Bengkulu yang pembangunannya memanfaatkan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

"Ini adalah hasil dari dana SBSN, Alhamdulillah sudah bisa kita dirikan, semoga menambah manfaat bagi jemaah," kata Menag di Bengkulu, Senin (31/07/2017).

Ke depannya, Menteri Lukman mengatakan pihak Kementerian Agama terus mengupayakan penambahan infrastruktur baru, termasuk asrama haji, yakni dengan mengoptimalkan pengelolaan SBSN.

"Tentu kita berharap di tahun-tahun mendatang ada penambahan gedung baru untuk menambah kapasitas daya tampung jemaah calon haji kita," kata dia lagi.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Bustasar menyebutkan, Bengkulu merupakan satu dari tujuh provinsi yang memperoleh proyek Revitalisasi Asrama Haji menggunakan APBN dengan mekanisme SBSN tahun anggaran 2016.

Baca Juga : Mendagri Bantah Penilaian Pemerintah Tidak Jujur dalam PT UU Pemilu

Total anggaran yang diperoleh sekitar Rp53 miliar, dari pagu tersebut dapat membangun bangunan yang terdiri dari empat lantai pada lahan seluas 5.864 meter persegi yang berada tidak jauh dari Bandara Fatmawati Bengkulu.

"Kini asrama memiliki 90 kamar dan dapat menampung sekitar 450 jamaah, atau cukup menampung satu kelompok terbang yang akan diberangkatkan," kata Bustasar.

Asrama ini pertama kali dimanfaatkan usai revitalisasi yakni pada 30 Juli 2017, atau kloter pertama Embarkasi antara Bengkulu yang mulai diberangkatkan pada pelaksanaan haji 2017.

"Jumlah kuota jemaah Provinsi Bengkulu pada 2017 ini sebanyak 1.641 orang, dan setiap keberangkatan atau kloter berjumlah 455 orang, dan asrama saat ini bisa menampungnya," ujarnya. (ant)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar