Berita Viral - Serang, Rumah seorang guru ngaji di Desa Malabar, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, dihancurkan warga hingga rata dengan tanah, kemarahan warga beralasan karena guru ngaji bernama Abidin asal, Malingping, Kabupaten Lebak ini melakukan pencabulan terhadap dua santrinya.

Kejadian sudah berlangsung sejal awal puasa tersebut diakui MD yang merupakan siswa sekolah menengah pertama yang menjadi murid mengaji Abidin. Penuturan MD harus melayani syahwat sang guru ngaji karena diajarkan tentang kepintaran nabi Yusuf SAW.

Dengan buaian sang guru, MD di kerjai hingga sepuluh kali di tempat kedua murid mencari bekal Al Quran.

“Saya di bujuk oleh pak Abidin, untuk melayani kemauannya, karena ini untuktuk masa depan saya kata pak guru, karena takut saya turuti kemauan dia, saya dicabuli hingga sepuluh kali, sampai dubur saya sakit, ujar MD.

Abidin membujuk kedua muridnya, agar melakukan ritual untuk dipindahkannya kepintaran Nabi Yusuf kepada mereka berdua. Karena ingin masa depan mereka cemerlang, kedua murid mengikuti ritual yang di lakukan Abidin.

Aksi pencabulan di bungkus ritual terus berlangsung hingga sepakan pasca lebaran. MD yang mulai kesakitan di bagian dubur, akhirnya menceritakan kejadian ritual tersebut kepada orang tuanya. Orang tua MD kaget dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada lurah dan polsek setempat.

Baca Juga : Ternyata Ada Youtuber Academy Untuk Siswa SD di Jepang Loh!

Berita soal ritual tersebut menyebar dari mulut ke mulut dan akhirnya warga langsung melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan rumah Abidin yang berada tepat di pinggir jalan Pamarayan. Dalam waktu satujam puluhan warga merangsek menuju rumah tersangka dan menghancurkannya hingga rata dengan tanah.

Sedangkan warga yang menghancurkan rumah Abidin kesal, karena pelaku melarikan diri bersama keluarganya. Sedangkan warga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kami sudah melaporkan ke kepala desa, namun belum ada tanggapan dari pihak desa, kami juga melaporkan ke polsek sama aja, sampe tersangka melarikan diri, kami kesal mangkanya warga di Malabar spontan saja bergerak, ujar Erwin salah satu warga.

Cabuli Dua Muridnya, Rumah Guru Ngaji di Massa Warga


Berita Viral - Serang, Rumah seorang guru ngaji di Desa Malabar, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, dihancurkan warga hingga rata dengan tanah, kemarahan warga beralasan karena guru ngaji bernama Abidin asal, Malingping, Kabupaten Lebak ini melakukan pencabulan terhadap dua santrinya.

Kejadian sudah berlangsung sejal awal puasa tersebut diakui MD yang merupakan siswa sekolah menengah pertama yang menjadi murid mengaji Abidin. Penuturan MD harus melayani syahwat sang guru ngaji karena diajarkan tentang kepintaran nabi Yusuf SAW.

Dengan buaian sang guru, MD di kerjai hingga sepuluh kali di tempat kedua murid mencari bekal Al Quran.

“Saya di bujuk oleh pak Abidin, untuk melayani kemauannya, karena ini untuktuk masa depan saya kata pak guru, karena takut saya turuti kemauan dia, saya dicabuli hingga sepuluh kali, sampai dubur saya sakit, ujar MD.

Abidin membujuk kedua muridnya, agar melakukan ritual untuk dipindahkannya kepintaran Nabi Yusuf kepada mereka berdua. Karena ingin masa depan mereka cemerlang, kedua murid mengikuti ritual yang di lakukan Abidin.

Aksi pencabulan di bungkus ritual terus berlangsung hingga sepakan pasca lebaran. MD yang mulai kesakitan di bagian dubur, akhirnya menceritakan kejadian ritual tersebut kepada orang tuanya. Orang tua MD kaget dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada lurah dan polsek setempat.

Baca Juga : Ternyata Ada Youtuber Academy Untuk Siswa SD di Jepang Loh!

Berita soal ritual tersebut menyebar dari mulut ke mulut dan akhirnya warga langsung melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan rumah Abidin yang berada tepat di pinggir jalan Pamarayan. Dalam waktu satujam puluhan warga merangsek menuju rumah tersangka dan menghancurkannya hingga rata dengan tanah.

Sedangkan warga yang menghancurkan rumah Abidin kesal, karena pelaku melarikan diri bersama keluarganya. Sedangkan warga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kami sudah melaporkan ke kepala desa, namun belum ada tanggapan dari pihak desa, kami juga melaporkan ke polsek sama aja, sampe tersangka melarikan diri, kami kesal mangkanya warga di Malabar spontan saja bergerak, ujar Erwin salah satu warga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar